Lin Jarvis : “Rossi Bukan Lagi Masa Depan dan Level Ketergantungan Yamaha Sudah Berbeda”

0
Lin Jarvis menyebut Rossi bukan lagi masa depan Yamaha, ketergantungan Yamaha pada Rossi telah berbeda.
Lin Jarvis menyebut Rossi bukan lagi masa depan Yamaha, ketergantungan Yamaha pada Rossi telah berbeda.

GPCorner – Hingga saat ini performa Rossi bersama Yamaha masih jauh dari kata memuaskan, dua tahun tanpa kemenangan dan kegagalan finis tiga kali beruntun seolah menjadi bukti bahwa Rossi semakin menurun performanya karena faktor usia. Dengan kata lain Rossi bukan lagi masa depan Yamaha ?

Selain performa buruk saat ini Rossi juga berada dalam bayang-bayang Quartararo. Sang rookie tampil begitu mengesankan bersama Petronas Yamaha SRT dengan mengklaim tiga kali pole dan dua kali podium.

Melihat situasi ini kepada motorsport.com, Lin Jarvis mengungkapkan saat ini Rossi bukan lagi masa depan Yamaha. Ia juga menambahkan ketergantungan Yamaha terhadap Vale juga telah berbeda.

Baca juga : 3 Murid Rossi keluar dari Manajemen VR46 Academy ?

“Dari 2010, Valentino telah mempersembahkan empat gelar, 2004, 2005, 2008 dan 2009. Namun saat Dia meninggalkan kami (hijrah ke Ducati) itu berdampak besar. Hal tersebut sepertinya kan sama jika Marquez meninggalkan Honda sekarang” ucap Jarvis

“Saat ini Rossi berada dalam level yang berbeda dalam kariernya dan dengan segala hormat dia bukan lagi masa depan dari partisipasi kami di MotoGP.

“Mungkin Ia masih bisa bersama kami satu tahun, dua tahun atau tiga tahun lagi tapi kami harus melihat seberapa lama dia tetap kompetitif. Namun sekarang telah berbeda, ketergantungan kami pada dia telah beda.

“Bukan Ia tak lagi penting, Ia penting. Peran dan fungsinya akan berbeda dan kami harap Ia tetap sebagai brand ambassador dan partner kami saat dia semakin tua.”

Lalu apa ini artinya Rossi akan memutuskan untuk pesiun di 2020 dengan berakhirnya kontrak dia bersama Yamaha. Lin Jarvis pun menjawab keputusan pensiunnya Rossi tergantung dari sang pembalap namun tetap melibatkan Yamaha

“Pastinya akan menjadi keputusan berdua belah pihak”

“Saya pikir Ia akan menjadi orang pertama yang akan memutuskan kapan dia merasa tak mampu atau tak kompetitif atau motivasinya mulai berkurang. Tanda-tanda pertama pasti datang dari dirinya.”

“Namun saya harap tak ada konflik. Saya kira, kami akan tiba pada pemikiran yang sama pada saat yang sama”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here